SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT HEWAN TERNAK SAPI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
DOI:
https://doi.org/10.33772/anoatik.v3i2.125Abstrak
Sistem pakar bertujuan agar komputer mampu memberikan solusi cerdas seperti manusia. Salah satu algoritma yang digunakan adalah forward chaining. Berdasarkan wawancara dengan dokter hewan, jumlah dokter hewan di Kota Kendari masih sangat kurang, sehingga diagnosa penyakit ternak terkendala. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit sapi menggunakan metode Forward Chaining. Metode forward chaining merupakan metode runut maju, yang berarti menggunakan kondisi aksi. Metode ini akan menggunakan data dalam menentukan aturan mana yang akan dijalankan, setelahnya aturan tersebut akan dijalankan. Forward chaining dapat disebut sebagai metode intervensi yang dimana melakukan penalaran pada suatu masalah kepada solusinya. Metode ini sendiri menggunakan pendekatan goal-driven, diawali dengan hipotesis yang dilanjutkan dengan mencari bukti pendukung dari hipotesis tersebut Hasil uji blackbox menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan baik. Uji confusion matrix menunjukkan akurasi 87.5%, presisi 100%, dan recall 87.5%. Nilai akurasi dari yang kurang begitu baik dari sistem disebabkan oleh faktor keterbatasan intervensi yang dilakukan oleh sistem. Meskipun begitu sistem telah mampu digunakan secara luas dan diharapkan dapat membantu dalam proses diagnosa penyakit pada hewan ternak sapi.
Kata Kunci:
Ternak Sapi Potong, Sistem Pakar, Forward Chaining, Diagnosa Penyakit Ternak, Confussion MatrixUnduhan
Referensi
Direktorat Statistik Peternakan Perikanan dan Kehutanan, Peternakan Dalam Angka 2023, vol. 8, no. 1. Jakarta: Badan Pusat
Statistik, 2023.
M. K. Junersi, Y. T. R. M. R. Simarmata, dan
M. U. E. Sanam, “Laporan Kasus Scours Pada Anak Babi Di Tanah Merah, Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang,” Jurnal Veteriner Nusantara, vol. 4, no. 1, hlm. 1–9, 2021.
A. A. Laksono, M. Syahlanisyiam, dan P. Rosyani, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining,” Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan Dan Informatika (MANEKIN), vol. 1, no. 4, hlm. 152–157,
, [Daring]. Tersedia pada: https://journal.mediapublikasi.id/index.php/ manekin
R. Firnando, Asnawati, dan J. Fredicka, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Android,” Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi, vol. 2, no. 2, hlm. 643–652, 2022, doi: 10.53697/jkomitek.v2i2.
F. Arzalega, Rosalinda, R. Kamil, dan A. Sani, “Analisa Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Mendeteksi Kerusakan Komputer Pada PT. JakPro SBU Pasar Muara Karang,” Jurnal Bidang Penelitian Informatika, vol. 1, no. 2, hlm. 119–128, 2023, [Daring]. Tersedia pada: https://ejournal.kreatifcemerlang.id/index.p hp/jbpi
F. R. B. Putra, A. Fadlil, dan R. Umar, “Analisis Metode Forward Chaining PadaSistem Pakar Diagnosa Penyakit Hewan Sapi Berbasis Android,” Jurnal Sains Komputer & Informatika (J-SAKTI), vol. 5, no. 2, hlm. 1034–1044, 2021.
A. Noorhaliza, Ilham, dan L. O. A. Syukur, “Pusat Kesehatan Dan Pemeliharaan Hewan Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Di Kota Kendari,” Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur, vol. 7, no. 1, hlm. 66–73, 2022.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Milda Wati, Laode Saidi, Ferdinand Murni Hamundu

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







